Cak Imin Tidak Hadir Pemeriksaan, KPK: Tunggu Aja!

0

Jakarta – Hingga pukul 00.00 WIB malam tadi, Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar yang biasa disapa Cak Imin, tidak terlihat di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa oleh penyidik, sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Kepala bagian pemberitaan dan humas KPK, Yuyuk Andriati menjelaskan pentingnya kehadiran Cak Imin sebagai saksi kasus korupsi yang di sidik KPK.

“Hari Selasa (19/11) saksi yang tidak hadir yang pertama adalah Muhaimin Iskandar. Ini anggota DPR RI Fraksi PKB, saksi untuk HA (Hong Arta John Alfred) terkait dengan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah di proyek Kementerian PUPR Tahun 2016,” kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi Humas KPK Yuyuk Andriati kepada waratawan, di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (19/11/2019) malam.

Namun hingga malam tadi, Ketua Umum PKB tersebut, tidak terlihat di KPK. KPK sendiri memastikan akan melakukan pemanggilan ulang Cak Imin, dalam waktu dekat.

“Ada penjadwalan ulang nanti, ditunggu aja,” lanjut Yuyuk.

Selain Muhaimin, KPK telah memeriksa 2 saksi terkait penerimaan uang proyek di Kementerian PUPR. “Pemeriksaan dua saksi ini terkait dengan penerimaan uang terkait dengan aliran hadiah di pekerjaan proyek Kementerian PUPR,” pungkas Yuyuk.

Kasus yang mendudukan Muhaimin sebagai saksi ini, berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Januari 2016, terhadap Damayanti Wisnu Putranti, anggota DPR dari Fraksi PDIP.

Damayanti diduga menerima suap terkait pengerjaan proyek jalan yang ditangani Kementerian PUPR. Setelah dikembangkan KPK, 12 orang yang terlibat diduga terlibat kasus ini termasuk Hong Arta, Direktur dan Komisaris PT SR (PT Sharleen Raya JECO Group).

Hong Arta diduga memberi suap kepada eks Kepala Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BPJJN) Wilayah IX Amran Mustary dan Damayanti. 

KPK menduga Hong Arta memberi suap Rp 8 miliar dan Rp 2,6 miliar kepada Amran dan Rp 1 miliar kepada Damayanti. Suap kepada Amran dan Damayanti itu diduga diberikan secara bertahap pada 2015.