Jokowi (masih) Disindir Soal Jatah Menteri, PDI-P: Presiden Bukan ‘Penjual Es Krim’

0
Sekjen PDI-P, Hasto Kristyanto

Jakarta – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), akhirnya buka suara menanggapi kian maraknya suara partai koalisi yang kecewa tidak dapat jatah di kabienet, baik sebagai menteri maupun wakil menteri.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristyanto mengatakan, Joko Widodo memang tidak akan bisa menyenangkan seluruh pihak, yang berharap di ikut sertakan dalam Kabinet Indonesia Maju.

“Presiden punya hak prerogatif. Tapi dalam penyusunan (kabinet), ya kita lihat tidak bisa memuasakan seluruh pihak,” kata Hasto kepada wartawan, usai menghadiri acara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Gelanggang Olah Raga (GOR) Bulungan, Jakarta Selatan, Senin (28/10/2019). 

Menurut Hasto, semua pihak seharusnya legowo dan memaklumi keadaan tersebut, terlebih lagi Jokowi secara resmi, telah meminta maaf karena tidak dapat memuaskan seluruh pihak dalam hal pembentukan Kabinet Indonesia Maju. 

PDI-P menilai permintaan maaf Jokowi merupakan bentuk kerendahan hati seorang Presiden, kepada pendukungnya. 

“Pak Jokowi telah menunjukkan kerendahan hati yang luar biasa sehingga meminta maaf. Presiden menunjukkan kualitas pemimpin yang rendah hati. Selain itu, Pemimpin itu menurut Steve Jobs, bukan penjual es krim yang bisa membuat semuanya jadi senang. Pemimpin itu memegang tanggung jawab bangsa. Jadi tidak bisa menyenangkan semua pihak,” pungkas Hasto.