Jadi Rebutan, Gaji Menteri Ternyata Kecil Ketimbang Anggota DPR dan Direksi BUMN

0

Jakarta – Posisi menteri ibarat kembang gula, yang dikerubuti hingga jadi rebutan banyak pihak.
Bukan hanya dari kalangan politisi, banyak kaum professional yang berminat menjadi ‘pembantu’ presiden.

Mereka mencoba menggiring opini di media massa maupun sosial media, dengan beberapa agenda setting yang tentunya mengeluarkan biaya yang besar.

Tapi, tahukah anda gaji yang diterima oleh para menteri?

Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 68 Tahun 2001 yang mengatur besaran tunjangan menteri, para pembantu presiden ini menerima tunjangan sebesar Rp 13.608.000 setiap bulannya. 

Untuk gaji pokok, para menteri menerima uang sebesar Rp 5.040.000. Jadi, jika ditotal gaji dan tunjangan yang diterima menteri sebesar Rp 18.648.000 per bulan. 

Uang diatas belum termasuk dana operasional hingga kinerja dan protokoler menteri. Negara membekali seorang menteri dengan dana taktis kisaran Rp 100-150 juta, serta memberikan rumah dinas, kendaraan dinas dan jaminan kesehatan seluruh anggota keluarganya.

Jika dibandingkan dengan gaji anggota DPR RI, gaji dan tunjangan menteri ternyata lebih kecil.

Dalam Surat Edaran Setjen DPR RI No. KU.00/9414/DPR RI/XII/2010 dan diatur juga dalam Surat Menteri Keuangan Nomor S-520/MK.02/2015; gaji pokok Anggota DPR sebesar Rp 4.200.000 ditambah sejumlah tunjangan yaitu tunjangan istri Rp 420.000, tunjangan anak Rp 168.000, uang sidang/paket Rp 2.000.000, tunjangan jabatan Rp 9.700.000, tunjangan beras Rp 198.000, dan tunjangan PPH Rp 1.729.608.

Bukan hanya itu saja, setiap Anggota DPR mendapatkan tunjangan kehormatan Rp 5.580.000, tunjangan komunikasi intensif Rp 15.554.000, tunjangan peningkatan fungsi pengawasan dan anggaran Rp 3.750.000 dan bantuan langganan listrik dan telepon Rp 7.700.000.

Total gaji dan tunjangan anggota DPR tiap bulannya mencapai Rp 50.999.608.

Tapi, gaji menteri dan Anggota DPR ternyata jauh dibawah gaji direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dilansir dari laporan keuangan semester satu tahun 2019, beberapa perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia mencantumkan gaji dan tunjangan dewan direksi BUMN sebesar Rp 93 juta hingga Rp 2 miliar. Itupun ternyata belum termasuk bonus yang nilainya bisa 2-3 kali lipat dari gaji.