[jadi] Rusuh, BEM Trisakti: Perusuh Bukan Mahasiswa

0

Jakarta– Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Trisakti, menarik diri dari perhelatan unjuk rasa yang digelar massa didepan gerbang Gedung DPR RI Senayan Jakarta, karena aksi tersebut ditenggarai telah disusupi.

Terlebih lagi, aksi yang seharusnya berjalan tertib, aman dan terkendali tersebut, tiba-tiba ricuh bahkan cendrung anarkis.

Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Dheatantra Dimas, memastikan bahwa perusuh yang bertindak anarkis dalam aksi unjuk rasa kemarin, bukanlah mahasiswa.

“Bisa saya pastikan ini bukan dilakukan oleh mahasiswa,” kata Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti Dheatantra Dimas kepada wartawan, Selasa (24/9/2019) malam.

Dalam aksi unjuk rasa yang terjadi kemarin, ternyata bukan hanya di ikuti oleh mahasiswa saja, tetapi ada ‘pihak lain’ yang membaur bersama mahasiswa saat itu.

Akan tetapi, melihat unjuk rasa sebelumnya (Senin 23/9/2019), Dimas menyatakan bahwasanya mahasiswa mampu menahan diri dari untuk tidak terlibat kericuhan apalagi sampai melakukan tindakan anarkis seperti kemarin (Selasa 24/9/2019).

“Saya yakin sejatinya mahasiswa tidak membuat rusuh”, pungkas Dimas.

Atas dasar itulah, BEM Trisakti kemudian menarik diri dalam unjuk rasa didepan Gedung DPR RI Senayan Jakarta.

Dalam aksi unjuk rasa kemarin, 4 Mahasiswa Trisakti menjadi korban saat kericuhan berlangsung antara aparat keamanan  dengan massa pengunjuk rasa.

Keempat mahasiswa tersebut  adalah Muhammad Ari Budiutomo dari Fakultas Hukum mengalami luka dikepala, sementara Ivan Hareva dari Fakultas Teknologi Industri, Ikhsan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Sulthan Haqiqi dari Fakultas Hukum hanya mengalami gangguan pernafasan karena banyak menghirup gas air mata.