Imam Nahrawi: Maafkan Saya

0

Jakarta– Usai mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Pemuda Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi menggelar acara perpisahan dengan seluruh pegawai Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) hari ini, Kamis (19/9/2019).

Setibanya di Wisma Kemenpora, Jalan Gerbang Pemuda Senayan Jakarta, Imam Nahrawi disambut oleh seluruh  pegawai mulai dari staff, hingga pejabat eselon Kemenpora.

Berikut pernyataan Imam Nahrawi kepada seluruh pegawai Kemenpora.

Assalamualaikum Warah Matullahi Wabarokatu.

Yang saya hormati seluruh pejabat eselon 1, 2, 3, 4, seluruh staff. Keluarga besar Kemenpora yang saya banggakan. Alhamdulillah, puji syukur pada tuhan kita. Saya bersyukur dan bergembira. Bergembira sekali bisa melihat wajah wajah bapak ibu sekalian. 

Sahabat saya semuanya. 

Kebahagiaan yang kedua dalam hitungan jam, saya bertemu untuk yang kesekian kalinya alhamdulillah ibu bapak hadir. 

Saya merasa bersyukur pada Allah diberi tugas-tugas oleh presiden hampir lima tahun kurang satu bulan. Saya bersyukur.

Terima kasih telah menumbuhkan optimisme saya di kantor ini dan tolong itu dijaga ada tidaknya pemimpin. Makanya, saya berharap apapun kita harus menjaga silaturahim. 

Asian Games, Asian Para Games, ibu-ibu dan bapak bapak sudah bekerja luar biasa. Yang sebelumnya pesimistis menjadi optimistis. Itu tidak akan pernah dilupakan. Kemenpora bersama kementerian lain, dan semuanya turut bersatu padu di bawah arahan presiden wapres ibu Menko PMK, INASGOC, INAPGOC, LADI semuanya. Ini yang membuat saya bangga. 

Kemudian berikutnya, baik yang bersifat individual maupun. Semoga ini menjadi semangat dan motivasi, semua karena kerja sama dan itu saya rasakan. Karenanya tolong pertahankan ini dalam kondisi apapun dan harus saling menjaga karena kita semua manusia yang punya salah khilaf kelemahan maka aib yang lain jangan pernah diumbar karena saya merasakan itu. Yang mestinya ini konsumsi kita disampaikan pihak lain karena masing-masing kita punya tugas, wewenang, dan tanggung jawab.”

Baca juga : https://mediaguna.com/2019/09/19/sambangi-kemenpora-imam-nostalgia-pertama-jadi-menteri/

Ibu dan Bapak yang saya hormati, tadi saya sowan kepada bapak Presiden. 

Beliau bertanya tentang status saya, Bapak, alhamdulillah saya ditetapkan sebagai tersangka, tapi saya bertanggung jawab karena risiko sebagai menteri, karena menteri harus bertanggung jawab. Cukup saya. Sembari menyampaikan terimakasih kepada beliau yang memberikan kepercayaan sekaligus saya mohon maaf jika kerja saya dan Kemenpora belum seperti yang beliau harapkan. 

Tidak boleh saya sekali-kali menyalahkan anak buah. Saya mohon izin pamit mengundurkan diri sebagai Kemenpora dan sekaligus ini menjadi pengumuman, bahwa perhari ini saya mengundurkan diri dalam posisi saya sebagai menteri. Semoga pengganti saya nanti lebih baik, bersih lebih suci, dan lebih bisa menjaga perasaan. 

Saya tidak lihat kasus ini sebagai nonhukum. Tapi, saya mengerti ini risiko jabatan sebagai menteri. Ibu bapak, doakan saya, doakan keluarga, istri saya. Saya meminta maaf. Tidak ada gading yang tak retak dan saya pun bukan gading jadi yang retak juga. Saya tidak bisa berkata apa-apa kecuali sore ini saya menyelesaikan ruang kerja saya. Saya mohon izin kepada bapak Sesmenpora. 

Saya mohon silaturahmi jangan putus sampai kapanpun. Kalau saya lupa tegur saya. Insya Allah dengan silaturahim tetap terjaga. Salam hormat saya pada keluarga di rumah. Terima kasih selama lima tahun ini.

sebelum meninggalkan ruangan, Imam Nahrawi terlihat meladeni para pegawai Kemenpora yang ingin memberinya dukungan moral, sembari melakukan foto bersama-sama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here